Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gudang Rongsokan di Purwakarta

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Gudang Rongsokan
Seorang pria paruh baya berinisial S (66) tewas gantung diri di sebuah gudang rongsokan yang ada di Kampung Sarimulya, Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta
0 Komentar

REALITA KITA– Seorang pria paruh baya berinisial S (66) tewas gantung diri di sebuah gudang rongsokan yang ada di Kampung Sarimulya, Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Rabu (25/3/2026). Gantung Diri di Gudang Rongsokan di Purwakarta.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Purwakarta Kota, AKP Enjang Sukandi mengungkapkan, korban tercatat sebagai warga Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban ini diduga mengalami depresi akibat penyakit yang telah dideritanya sejak lama,” kata Enjang, saat dikonfirmasi.

Baca Juga:Sesulit Apa Pun Jangan Menyerah!Kementerian Haji dan Umrah Purwakarta Bagikan Takjil untuk Pengendara

Dijelaskannya, kondisi korban pertama kali diketahui oleh pemilik gudang rongsokan yang melihat korban dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Saat ditemukan, korban dalam keadaan posisi terduduk. Lehernya terlilit tali kain sepanjang satu meter yang dikaitkan di rak piring besi. Kondisinya sudah meninggal dunia,” ujar Enjang.

Mengetahui hal tersebut, lanjutnya, pemilik gudang rongsokan kemudian memanggil saksi lain dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Purwakarta Kota.

“Mendapatkan informasi tersebut, anggota langsung merespons dan mendatangi tempat kejadian perkara. Selanjutnya, tim identifikasi dari Polres Purwakarta melakukan olah TKP,” ucapnya.

Enjang menyebutkan, berdasar pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh lainnya hanya ada luka di bagian leher akibat jeratan kain.

“Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan, ini murni bunuh diri. Korban diduga depresi karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Bahkan, menurut keterangan keluarga, koran pernah berbicara ke keluarga akan bunuh diri dikarenakan frustasi akibat penyakitnya,” kata Enjang.

Ia menambahkan, pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi serta tidak akan menuntut kejadian tersebut kepada pihak manapun.

Baca Juga:Perangkat Desa di Subang Keluhkan Honor Banprov Hanya Rp150 Ribu per BulanPolda Jabar Perketat Pengawasan Arus Mudik, 1.700 Truk Sumbu Tiga Ditilang

“Keluarga korban menerima dan ikhlas atas meninggalnya korban serta menyadari kejadian tersebut merupakan takdir. Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, atau pun klinik kesehatan mental.(add)

0 Komentar