Dengan kondisi tersebut, ia berharap mekanisme pengajuan Banprov dapat disederhanakan agar tidak membebani perangkat desa.
“Kalau bisa Banprov cukup satu kali pengajuan saja. Nilainya sudah kecil, kalau harus diajukan setiap triwulan malah habis untuk ongkosnya,” tandasnya.
