Jeje Klaim Angka Kemiskinan di Bandung Barat Menurun, Dari 10,49 jadi 9,87 Persen

Jeje Klaim Angka Kemiskinan di Bandung Barat Menurun, Dari 10,49 jadi 9,87 Persen
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/03/2026).
0 Komentar

REALITA KITA – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat, dengan menekankan capaian kinerja makro daerah yang menunjukkan tren perbaikan signifikan.

Dalam sidang paripurna tersebut, Jeje menyebut pada tahun pertama kepemimpinannya di tahun 2025 merupakan fondasi awal implementasi visi “Bandung Barat AMANAH”. “Tahun 2025 menjadi momentum penguatan arah kebijakan, konsolidasi tata kelola pemerintahan, serta penajaman prioritas pembangunan,” ujar Jeje, Rabu (4/3/2026).

Secara makro, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung Barat tahun 2025 mencapai 5,28 persen, meningkat dari 4,94 persen pada 2024. PDRB atas dasar harga berlaku juga naik menjadi Rp65.914 miliar dari sebelumnya Rp61.236 miliar.

Baca Juga:Bupati Subang: Jika Ada Pungli, Laporkan ke Saya, Layanan Kependudukan Gratis Dipusatkan di KecamatanMengenal PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), Perusahaan Beton Sultan Subang yang Terseret Kasus Pidana Pasar Mo

Inflasi daerah tercatat 2,13 persen, masih dalam kategori terkendali. Sementara itu, Rasio Gini turun menjadi 0,364 dari 0,400 pada tahun sebelumnya, mencerminkan distribusi pendapatan yang semakin merata.

Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,87 persen dari 10,49 persen pada 2024. Tingkat pengangguran terbuka juga membaik menjadi 6,60 persen dari 6,70 persen. “Indikator ini menunjukkan intervensi perlindungan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat berjalan efektif,” ungkapnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 meningkat menjadi 71,65 poin dari 70,77 poin pada 2024. Umur harapan hidup mencapai 75,44 tahun, harapan lama sekolah 12,26 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,34 tahun.

Selain itu, Indeks Daya Saing Daerah berada pada angka 3,71 poin dengan kategori tinggi, mencerminkan iklim usaha yang semakin kondusif.

Dari sisi fiskal, total pendapatan daerah terealisasi Rp3,39 triliun atau 98,58 persen dari target Rp3,44 triliun. Rinciannya meliputi PAD Rp981,43 miliar dan pendapatan transfer Rp2,41 triliun.

Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp3,27 triliun atau 92,77 persen dari anggaran Rp3,52 triliun, terdiri atas belanja operasional Rp2,48 triliun, belanja modal Rp301,42 miliar, dan belanja transfer Rp490,19 miliar.

Tahun anggaran 2025 ditutup dengan surplus sebesar Rp127,39 miliar. “Surplus ini menunjukkan pengelolaan fiskal yang terkendali dan menjaga stabilitas keuangan daerah,” tegas Jeje.

Baca Juga:Pemkab Subang Gelar Penyerahan SK Pengangkatan 7 CPNS, 171 PNS Resmi Purna TugasCuaca Ekstrem, Nelayan Muara Ciasem di Subang Tidak Bisa Melaut, KUD Mina Bahari Salurkan Bantuan Beras

Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2025 meningkat menjadi 98,50 persen. Di sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah terealisasi 8,34 tahun, melampaui target 8,25 tahun.

Di sektor kesehatan, angka kematian ibu tercatat 67,20 per 100.000 kelahiran hidup (target 68,1), prevalensi balita gizi buruk 0,066 persen (target 0,069 persen), sementara angka kematian bayi 5,50 per 1.000 kelahiran hidup.

0 Komentar