Damkar Purwakarta Ingatkan Masyarakat Waspada Bahaya Kebakaran

Damkar Purwakarta Ingatkan Masyarakat Waspada Bahaya Kebakaran
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Yuddy Herdiana.
0 Komentar

REALITA KITA – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Yuddy Herdiana, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing. Hal ini disampaikan Yuddy dalam momentum Bulan Suci Ramadan dan peringatan Hari Jadi Pemadam Kebakaran Nasional.

Menurut Yuddy, peningkatan kewaspadaan sangat penting, mengingat selama Ramadhan terjadi perubahan pola aktivitas masyarakat, khususnya dalam kegiatan memasak yang kini lebih banyak dilakukan pada waktu subuh atau menjelang sahur.

“Perubahan kebiasaan ini harus diimbangi dengan kehati-hatian. Sering kali saat memanaskan makanan menjelang sahur, kita lengah atau lupa mematikan kompor. Hal-hal kecil seperti ini bisa memicu kebakaran jika tidak segera diantisipasi,” kata Yuddy kepada wartawan Pasundan Ekspres, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:BBPOM Bandung Temukan Produk Pangan Tak Miliki Izin EdarTrump dan Rubio Beda Versi soal Alasan AS Serang Iran

Ia menekankan, kesadaran masyarakat bukan hanya soal mencegah, tetapi juga bagaimana bersikap saat kebakaran terjadi. Jika api masih dalam skala kecil, warga diminta tidak panik dan segera melakukan pemadaman awal dengan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar, seperti kain basah, pasir, atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Jangan gugup. Jika api masih kecil, segera lakukan pemadaman awal. Namun apabila api sudah membesar dan tidak dapat dikendalikan, segera hubungi kami di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Selain sumber api dari kompor, Yuddy juga mengingatkan potensi bahaya dari instalasi listrik. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh peralatan listrik dimatikan dan dicabut dari stop kontak saat tidak digunakan, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

“Ketika hendak bepergian atau meninggalkan rumah, sebaiknya semua sumber energi listrik dicabut. Jangan dibiarkan tetap menempel di steker karena berisiko menimbulkan korsleting,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Damkar Purwakarta, jumlah kejadian kebakaran sejak Januari hingga awal Maret tahun ini tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Yuddy menilai, penurunan tersebut menjadi indikator bahwa upaya pencegahan dan mitigasi yang dilakukan jajarannya mulai menunjukkan hasil positif.

“Alhamdulillah, tren kejadian relatif menurun. Ini menunjukkan bahwa edukasi dan langkah mitigasi yang kami lakukan cukup efektif. Namun, kami tidak boleh lengah. Pencegahan tetap harus menjadi prioritas,” katanya.

0 Komentar