Konflik di Timur Tengah, Rizma Tour Pastikan Keselamatan Jemaah Umroh

Konflik di Timur Tengah, Rizma Tour Pastikan Keselamatan Jemaah Umroh
Jamaah umrah Rizma Tour yang masih berada di Arab Saudi akan pulang pada tanggal 8 Maret 2026.
0 Komentar

REALITA KITA – Situasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, termasuk PT Rizma Cahaya Utama atau dikenal Rizma Tour.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan umrah dan haji, Rizma Tour memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika yang berkembang.

Manager PT Rizma Cahaya Utama, Ahmad Syahid, A.MD.Kom, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

Baca Juga:Demi Keselamatan, Dedi Mulyadi Siapkan Hotline bagi Warga Jawa Barat di Timur TengahRespons Netizen Menggema Dua Dapur MBG di Subang Dihentikan Sementara, Netizen Soroti Pengawasan dan Kepemilik

Namun demikian, ia menegaskan perusahaan tidak tinggal diam dan terus melakukan langkah-langkah koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan perjalanan jamaah tetap berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, Rizma Tour terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan, otoritas pemerintah Arab Saudi, serta Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Kementerian Haji dan Umrah. Koordinasi tersebut juga dilakukan bersama asosiasi penyelenggara umrah yang diikuti Rizma Tour untuk mendapatkan informasi terkini dan langkah antisipatif yang perlu disiapkan.

Saat ini, sebanyak 19 jamaah Rizma Tour tengah berada di Mekkah dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret menggunakan Saudi Airlines. Untuk penerbangan langsung Jakarta–Jeddah dengan maskapai tersebut, hingga kini tidak terdapat gangguan dan tetap berjalan normal sesuai jadwal.

Namun demikian, perhatian khusus diberikan pada penerbangan yang menggunakan maskapai Oman Air untuk keberangkatan di bulan Syawal.

Ahmad Syahid menjelaskan, beberapa maskapai di kawasan terdampak konflik memang mengalami gangguan penerbangan, sehingga pihaknya terus memantau perkembangan dan berkoordinasi secara aktif dengan pihak maskapai.

Ia menyampaikan, hingga saat ini Rizma Tour masih optimistis Oman Air dapat tetap beroperasi karena jalur penerbangannya dinilai berada di wilayah yang relatif aman. Berbeda dengan beberapa maskapai lain yang berada lebih dekat dengan area konflik, Oman dinilai berada di wilayah pinggiran sehingga peluang penerbangan tetap berjalan masih terbuka.

“Untuk keberangkatan Syawal, Rizma Tour memiliki dua jadwal yang belum diberangkatkan, yakni menggunakan Oman Air dan Ethiopian Airlines. Maka jalur Ethiopian Airlines tergolong aman karena tidak melintasi wilayah terdampak konflik, sehingga peluang keberangkatan dinilai lebih stabil,” ungkapnya.

0 Komentar