Malam Mencekam di Pantura! Polisi Bubarkan Perang Sarung, Delapan Remaja Digelandang

Malam Mencekam di Pantura! Polisi Bubarkan Perang Sarung, Delapan Remaja Digelandang
Malam Mencekam di Pantura! Polisi Bubarkan Perang Sarung, Delapan Remaja Digelandang
0 Komentar

REALITA KITA – Perang sarung di Pantura. Suasana malam di jalur padat Jalan Pantura mendadak mencekam, polisi bubarkan perang sarung. Aksi perang sarung yang melibatkan sejumlah remaja pecah di depan My Way Sukasari, Selasa dini hari. Keributan itu sontak membuat warga resah dan arus lalu lintas sempat tersendat.

Tak butuh waktu lama, jajaran Polsek Pamanukan langsung bergerak cepat. Dipimpin Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin, petugas menyisir lokasi dan sekitarnya untuk memburu para pelaku yang mencoba melarikan diri usai aksi tersebut.

Hasilnya, delapan remaja berhasil diamankan. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah karena polisi terus melakukan pengembangan guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aksi berbahaya itu.

Baca Juga:Data Sementara Kebakaran Pasar Rebo, 50 Kios di Tiga Blok Ludes TerbakarWarga Geruduk Kantor Desa Ciasem Baru, Protes Kandang Ayam di Tengah Permukiman Kian Memanas

“Kami melaksanakan patroli malam. Saat tiba di lokasi para pelaku sudah membubarkan diri. Anggota langsung melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan beberapa orang yang kini masih menjalani pemeriksaan,” tegas AKP Udin.

Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sarung yang telah dimodifikasi diduga kuat digunakan sebagai alat tawuran serta sejumlah alat komunikasi yang dipakai untuk mengatur pergerakan sebelum aksi berlangsung.

AKP Udin menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas apa pun yang mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat, apalagi di jalur nasional yang menjadi nadi transportasi utama. “Aksi seperti ini sangat membahayakan pengguna jalan. Kami akan tindak tegas,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Polisi mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, sementara masyarakat diminta segera melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas. Pantura harus tetap aman bukan arena adu nyali.

0 Komentar