REALITA KITA – Air mata Acep (52) tak terbendung saat menceritakan musibah yang menimpanya. Pedagang sembako di Pasar Rebo Purwakarta itu hanya bisa menatap sisa puing dua kios miliknya. Tak satu pun barang berhasil diselamatkan. Semua habis dilalap api.
“Dua kios, semuanya habis. Kurang lebih dua ratus jutaan mah ada kerugiannya,” ucap Acep dengan suara bergetar saat ditemui wartawan, Selasa (24/2/2026).
Padahal, belum lama ini ia baru saja berbelanja stok sembako, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat saat bulan suci Ramadan.
Baca Juga:Data Sementara Kebakaran Pasar Rebo, 50 Kios di Tiga Blok Ludes TerbakarWarga Geruduk Kantor Desa Ciasem Baru, Protes Kandang Ayam di Tengah Permukiman Kian Memanas
Musibah ini tak hanya menghanguskan barang dagangan, tetapi juga menyisakan kebingungan besar bagi Acep. Ia mempekerjakan dua orang karyawan yang masih kerabat dekat, seorang keponakan dan saudara.
Di tengah kondisi tanpa modal dan tanpa barang, Acep kini dipusingkan dengan tanggung jawab yang tetap harus ditunaikan, termasuk kewajiban membayar utang dagang serta rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).
“Barang-barang (sembako) itu kan titipan, ngutang. Utang tetap harus dibayar. Yang penting kita bertanggung jawab, belum lagi mau lebaran, bingung bayar THR karyawan,” ucapnya.
Namun di balik ketegaran itu, terselip harapan agar ada keringanan dan perhatian dari pemerintah setempat, terutama terkait kemungkinan relokasi kios agar ia bisa kembali berdagang dan menyambung hidup.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda pasar dan dengan cepat membesar. Banyaknya material mudah terbakar seperti kain, plastik, serta bahan dagangan membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Api bahkan terlihat membumbung tinggi, menerangi kawasan sekitar pasar dan memicu kepanikan warga.
Kebakaran yang terjadi di Pasar Rebo itu setidaknya menghanguskan hampir 200 kios dan lapak pedagang.
Baca Juga:Film Animasi GOAT Bawa Pendapatan Rp1 Triliun, Ini Sinopsis LengkapnyaKapan Pengumuman SNBP 2026? Ini Cara Cek Hasilnya
Api mulai berkobar sekitar pukul 02.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar 05.00 WIB.
Pengelola Pasar Rebo, Apip Anwar, memperkirakan jumlah kios yang terdampak mencapai lebih dari 200 unit, termasuk lapak kaki lima.
Menurutnya, area yang paling parah terbakar berada di bagian belakang pasar, yang mayoritas difungsikan sebagai gudang sembako.
“Kalau perkiraan hampir 200 kios, bahkan bisa lebih dengan lapak kaki lima. Di dalam itu kebanyakan gudang-gudang sembako,” ujar Apip.
