REALITA KITA – Situasi di Desa Ciasem Baru kembali memanas. Puluhan warga mendatangi kantor desa untuk menyuarakan penolakan terhadap pembangunan kandang ayam petelur yang berada di tengah permukiman sekaligus pusat aktivitas jual beli warga.
Aksi protes ini dipicu keluhan warga yang merasa terganggu oleh banyaknya lalat yang diduga berasal dari kandang ayam tersebut. Keberadaan lalat dinilai telah mengganggu kenyamanan lingkungan dan berdampak langsung pada aktivitas usaha masyarakat sekitar, khususnya para pedagang.
Berdasarkan keterangan warga, lokasi kandang ayam berada di area yang cukup padat aktivitas. Setiap hari, kawasan tersebut ramai oleh pedagang dan pembeli. Namun sejak kandang beroperasi, lalat disebut semakin banyak dan sulit dikendalikan.
Baca Juga:Film Animasi GOAT Bawa Pendapatan Rp1 Triliun, Ini Sinopsis LengkapnyaKapan Pengumuman SNBP 2026? Ini Cara Cek Hasilnya
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak aparat Kepolisian Republik Indonesia berjaga di sekitar kantor desa saat warga menyampaikan aspirasi. Warga secara tegas meminta agar kandang ayam dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari permukiman demi menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan.
Sejumlah pedagang mengaku kewalahan menjaga kebersihan dagangan karena lalat terus berdatangan. Mereka khawatir kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menurunkan minat pembeli.
“Hampir setiap hari harus ekstra bersih, tapi lalat tetap banyak. Pembeli jadi ragu,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kandang ayam terkait tuntutan warga. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Kini, pertanyaan besar pun mengemuka: apakah kandang ayam tersebut akan dipindahkan dari kawasan permukiman, atau pemerintah desa menyiapkan solusi lain untuk meredam keluhan warga? Warga menanti kepastian.
