REALITA KITA – Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan seluruh jalan kabupaten dalam kondisi mulus 100 persen pada 2027. Target ini mengemuka dalam kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) RKPD Kabupaten Subang Tahun 2027 di Aula BP4D Kamis (19/03/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni menegaskan, konektivitas wilayah menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan layanan publik hingga ke pelosok desa. Hal tersebut selaras dengan tema pembangunan 2027, yakni “Subang Terkoneksi, Ekonomi Lokal Tumbuh, Layanan Publik Menjangkau Pelosok.”
Berdasarkan data hasil rekonsiliasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Subang, dari total 298 ruas jalan kabupaten sepanjang 1.163,78 kilometer, masih terdapat 206,95 kilometer atau 17,78 persen dalam kondisi tidak mantap pada awal 2026.
Baca Juga:eFootball PES 2026 PPSSPP Android Offline Full Update, Grafik HD & Transfer Terbaru!Pemkab Purwakarta dan PT Ewindo Kerjasama Perkuat Ekosistem Pertanian Terintegrasi
Pada akhir 2026, direncanakan penanganan sepanjang 33,26 kilometer. Artinya, masih tersisa 173,69 kilometer atau 14,92 persen yang harus dituntaskan pada 2027. Untuk merealisasikan target tersebut, dibutuhkan anggaran sebesar Rp676 juta pada tahun 2027.
Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, menjelaskan bahwa proses perencanaan dilakukan melalui dua tahap rekonsiliasi data, yakni pemetaan ruas jalan prioritas intervensi serta penyesuaian dengan pagu indikatif kewilayahan masing-masing kecamatan.
“Fokus pembangunan Kabupaten Subang tahun 2027 adalah jalan kabupaten 100 persen dalam kondisi mulus,” tegasnya.
Menariknya, formulasi pagu indikatif kewilayahan (PIK) 2027 memberi bobot terbesar pada kondisi jalan rusak. Dari total perhitungan, 60 persen ditentukan oleh panjang ruas jalan tidak mantap, 30 persen dari realisasi PBB, dan 10 persen dari jumlah desa.
Dengan skema tersebut, kecamatan dengan tingkat kerusakan jalan lebih tinggi berpeluang mendapatkan alokasi anggaran lebih besar.
Sekda Asep menekankan, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi untuk mendorong investasi, memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal, serta memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik menjangkau seluruh masyarakat.
“Jika kecamatan terkoneksi dengan baik, ekonomi lokal akan tumbuh dan layanan publik otomatis hadir ke seluruh pelosok,” ujar Sekda.
Baca Juga:Momen yang Membuat Bobotoh Murka: Ada Apa dengan Wasit di Malam Persib vs Ratchaburi?Rekomendasi Lokasi War Takjil di Subang yang Selalu Ramai Saat Ramadhan
Target jalan mulus 100 persen pada 2027 kini menjadi pekerjaan besar sekaligus ujian komitmen fiskal dan konsistensi pembangunan Kabupaten Subang dalam dua tahun ke depan.
