Omset Capai Ratusan Juta, BUMDes Pesona Karya Mandiri Desa Gambarsari Kembangkan Sapi Limosin

Omset Capai Ratusan Juta, BUMDes Pesona Karya Mandiri Desa Gambarsari Kembangkan Sapi Limosin
BUMDes Pesona Karya Mandiri Desa Gambarsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang mencoba mengembangkan ternak sapi.
0 Komentar

REALITA KITA– BUMDes Pesona Karya Mandiri Desa Gambarsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang mencoba mengembangkan ternak sapi. Pilihan tersebut bukan tanpa dasar, karena omset ternak sapi bisa mencapai ratusan juta bila berhasil mengembangkannya.

Menurut Ketua BUMDes Pesona Karya Mandiri Desa Gambarsari Sopyan SPd, bahwa dari 10 ekor sapi yang saat ini dipelihara terdiri dari 3 jenis sapi yaitu sapi Lomisien, Si Mental dan sapi lokal. Dengan kisaran harga rata rata pembelian sekitar Rp 14, 5 jutaan dari 10 ekor sapi yang dikembangkan itu.

“Kita dikasih penyertaan modal dari desa untuk BUMDes ini sekitar Rp 224 jutaan, dan kita tertarik dengan ternak sapi,” kata Sopyan.

Baca Juga:Panas! Sikap Tegas Brand Lokal Ini Picu Perdebatan Dengan LGBT di Media SosialDana Desa 2026 Capai Rp 60,57 Triliun, Ini Rincian Alokasi dan Syarat Insentifnya

Dari 10 ekor itu, BUMDes memperkerjakan 5 orang tenaga pemelihara sapi siang dan malam termasuk penyedia pakan rumput. Selain itu penjaga malam sekaligus memberi makan sapi hingga pagi hari.

Sopyan menuturkan, keinginan mengembangkan ternak sapi, karena potensi penjualan sapi kedepan satu atau dua tahun kedepan bisa laku dijual di atas Rp 20 jutaan, apalagi saat hari Raya Qurban, potensi penjualan sapi bisa meningkat.

Selain soal omset penjualan , pihaknya juga ingin memberdayakan masyarakat, anak muda dan petani kampung Desa Gambarsari, di mana satu kandang bisa memperkerjakan peternak atau mengurus sapi sekitar 5 orang, penyedia rumput dan konsentrat.

Selanjutnya, untuk mengurangi bau kotoran sapi BUMDes membuat olahan mol berbentuk cairan warna coklat yang berasal dari bahan alami seperti air kelapa muda, air perasan beras, nanas dan tetes tebu, garam dan air murni.

Air campuran tersebut kemudian dikonsumsi sapi menjadi minuman harian sapi untuk mencegah timbulnya bau kotoran sapi.

“Nah ini bau tak sedap yang kita jaga, agar masyarakat sekitar tidak terimbas oleh bau kotoran sapi di kandang BUMDes ini,” pungkasnya.

0 Komentar