Niat Puasa Ramadhan Beserta Tata Cara dan Bacaan Lengkap

Niat Puasa Ramadhan Beserta Tata Cara dan Bacaan Lengkap
Niat adalah salah satu rukun yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang ingin menjalankan puasa. Dalam praktiknya, tata cara berniat puasa memiliki sedikit perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah.
0 Komentar

REALITA KITA– Niat adalah salah satu rukun yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang ingin menjalankan puasa. Dalam praktiknya, tata cara berniat puasa memiliki sedikit perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah.

Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, qadha, maupun nazar, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Sementara itu, pada puasa sunnah aturannya lebih fleksibel, karena seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari.

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa diwajibkan setiap malam selama bulan Ramadhan. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’ sebagai berikutnya:

أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Baca Juga:WAKIL BUPATI SUBANG HADIRI RAPAT KOORDINASI REVITALISASI TAMBAK PANTURA, TEKANKAN SINERGI UNTUK KESEJAHTERAANWAKIL BUPATI SUBANG DAMPINGI WAKIL PANGLIMA TINJAU KOPERASI MERAH PUTIH KECAMATAN DAWUAN

“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Menurut pandangan Mazhab Maliki, seseorang cukup berniat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Dengan demikian, niat tidak perlu diulang setiap hari karena puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hlm. 84).

Karena itu, sebagai langkah kehati-hatian sekaligus antisipasi bila lupa atau tertidur, kita boleh mengikuti pendapat Imam Malik dengan berniat untuk sebulan penuh sejak awal.

Di sisi lain, sebagaimana diajarkan dalam Mazhab Syafi’i, kita juga dianjurkan membiasakan diri memperbarui niat setiap malam selama Ramadhan. Kebiasaan ini umumnya dilakukan setelah salat tarawih atau saat sahur.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

0 Komentar