Tak hanya Valentijn, kawasan Subang juga pernah menarik perhatian peneliti Eropa lainnya. Dr. Salomon Müller, seorang naturalis dan peneliti peradaban kuno, pernah mengungkap keberadaan berbagai tinggalan arkeologis di wilayah Subang, khususnya di daerah Cisalak. Müller mencatat adanya punden berundak, arca, hingga sisa-sisa benteng pertahanan yang kini sebagian besar telah rusak atau hilang.
Dalam catatannya, Müller juga menyinggung pertemuannya dengan Raden Rangga Martayuda, Demang Batusirap wilayah administratif lama yang kini mencakup Cisalak dan Tanjungsiang.
Dari pertemuan tersebut terungkap informasi mengejutkan tentang sejumlah nagara atau desa kuno yang telah lenyap, seperti Nagara Dhomas, Nagara Tandjong Singa, Nagara Pariju, hingga Nagara Djati Nangor.
Baca Juga:Niat Puasa Ramadhan Beserta Tata Cara dan Bacaan LengkapGubernur Jabar Tegur Kepala UPTD PU, Instruksikan Jalan Provinsi Harus Bersih dan Tertib
Rangkaian fakta ini menegaskan bahwa Subang bukan sekadar wilayah agraris dan industri, melainkan juga ruang penting dalam peta peradaban kuno Nusantara.
Sayangnya, kekayaan sejarah tersebut masih terkubur oleh keterbatasan riset dan dokumentasi. Tanpa upaya serius dari peneliti, pemerintah, dan masyarakat, jejak-jejak peradaban ini berisiko hilang menyisakan misteri yang tak pernah terungkap sepenuhnya.
