REALITA KITA – Derasnya pembangunan kawasan industri di Kabupaten Subang dinilai belum sepenuhnya memberikan ruang yang luas bagi pengusaha lokal. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Subang menyoroti masih kecilnya peluang kemitraan bagi pelaku usaha daerah, khususnya di sektor jasa konstruksi.
Ketua KADIN Subang, Agus Prabanta, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 400 pengusaha di Subang yang berharap bisa terlibat langsung dalam berbagai proyek pembangunan industri. Namun pada praktiknya, kesempatan yang tersedia dinilai masih sangat terbatas.
“Sekitar 400 pengusaha Subang ingin bermitra dengan pembangunan-pembangunan industri yang ada. Tapi peluang masuknya masih kecil, peluang untuk masuk itu sangat kecil,” ujar Agus saat di wawancara Wartawan Pasundan Ekspres Rabu (11/2/2026).
Baca Juga:Prabowo Terima Audiensi Pengusaha Nasional di Hambalang, Bahas Ekonomi hingga UMKMBocoran Harga iPhone 17e Menggoda, Rilis Tinggal Hitungan Hari!
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama di tengah pesatnya pertumbuhan industri, terutama di wilayah utara dan tengah Subang yang berkembang seiring hadirnya kawasan industri besar dan dukungan infrastruktur strategis.
Agus menyoroti pelaku jasa konstruksi lokal yang hingga kini masih kesulitan untuk menembus proyek-proyek besar. Padahal, secara kapasitas dan pengalaman, sebagian pengusaha lokal dinilai sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk ambil bagian.
“Pelaku jasa konstruksi Subang sebenarnya siap untuk masuk ke dunia industri. Tapi seringkali ada persyaratan administrasi, skala perusahaan, atau sistem tender yang membuat mereka kalah bersaing dengan perusahaan dari luar daerah,” jelasnya.
KADIN Subang mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak pada pengusaha lokal, terutama dalam skema kemitraan dan subkontrak. Agus berharap perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Subang dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah.
Selain itu, KADIN juga berkomitmen melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi para pengusaha, mulai dari penguatan legalitas usaha, sertifikasi, hingga peningkatan kualitas manajemen dan SDM agar mampu memenuhi standar industri.
“Kami ingin pengusaha Subang menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Jangan sampai industri berkembang pesat, tapi pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton,” tegasnya.
KADIN menilai juga menilai kondisi riil di lapangan menunjukkan mayoritas pelaku usaha di Subang bergerak di bidang jasa konstruksi dengan skala usaha kecil. Sementara jumlah perusahaan yang berkualifikasi menengah masih terbatas, dan hampir tidak ada yang berkualifikasi besar.
