REALITA KITA – Siapa di sini yang ingin diet? Tahu nggak, sih kalau ada jenis-jenis diet. Diet punya banyak bentuk dan pendekatan.
Ada yang berfokus pada pengurangan nafsu makan, pembatasan asupan karbohidrat, pengurangan lemak, hingga pengaturan waktu makan.
Meskipun metode yang digunakan berbeda-beda, tujuan utama diet tetap sama, yakni meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.
Apa Itu Diet?
Baca Juga:Banjir Kepung Subang, Warga Bertanya: Di Mana Sekda?Masih Buron Hampir Satu Bulan, Sopir Truk Penabrak Dua Bobotoh Persib Belum Tertangkap
Diet sehat dapat diartikan sebagai pola pengaturan asupan makanan yang mencakup jumlah kalori, karbohidrat, lemak, protein, serta jadwal makan yang teratur.
Pola ini disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu agar berat badan terkontrol dan fungsi tubuh tetap optimal.
Jenis-Jenis Diet Populer
Berikut adalah beberapa jenis diet yang populer dan bisa kamu coba.
1.Diet Paleo (The Paleo Diet)
Diet Paleo meniru pola makan manusia pada era Paleolitik, sekitar 2,5 juta hingga 10 ribu tahun yang lalu.
Pola makan ini berfokus pada konsumsi makanan alami seperti buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, ikan, telur, serta kacang-kacangan.
Diet ini diyakini dapat membantu menurunkan atau menjaga berat badan tetap ideal.
Selain itu, Diet Paleo juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik karena menghindari makanan olahan dan gula berlebih.
2. Diet Rendah Karbohidrat (Low-Carb Diet)
Baca Juga:TP2D Subang Dorong Pembuatan Embung dan Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir PanturaDPRD Subang Akan Bahas Sembilan Raperda, Kawal Agenda Produk Hukum Pemerintah Daerah
Low-Carb Diet adalah metode diet yang membatasi asupan karbohidrat harian, biasanya berkisar antara 20 hingga 150 gram per hari.
Dengan membatasi karbohidrat, tubuh dipaksa untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.
Diet ini cukup populer untuk menurunkan berat badan dalam waktu relatif singkat.
Namun, karena berpotensi memengaruhi metabolisme dan keseimbangan nutrisi, diet rendah karbohidrat sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter atau ahli gizi.
3. Diet Rendah Lemak Ekstrem (Ultra-Low-Fat Diet)
Ultra-Low-Fat Diet merupakan pola makan yang membatasi konsumsi lemak hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian.
Diet ini umumnya mengandalkan makanan nabati dan sangat membatasi produk hewani.
Meski terdengar sehat, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa diet ini kurang efektif jika diterapkan dalam jangka panjang.
Lemak memiliki peran penting dalam tubuh, seperti membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
