Banjir Masih Rendam 5 Kecamatan di Pantura Subang: Sekolah, Tempat Ibadah, dan Sawah Terdampak

Banjir Masih Rendam 5 Kecamatan di Pantura Subang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Jawa Barat, meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menyusul masih tingginya intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah.
0 Komentar

REALITA KITA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Jawa Barat, meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menyusul masih tingginya intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah.

Hingga kini, Kabupaten Subang masih berstatus siaga bencana, khususnya banjir, karena genangan air belum sepenuhnya surut di beberapa kecamatan.

cuaca yang tidak menentu membuat potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi.

Baca Juga:Tengah Malam, Bupati Subang Kang Rey Tinjau Lokasi Banjir di Legonkulon4 Tips Mencegah Flu dan Batuk di Musim Hujan, Jangan Tunggu Sakit!

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak lengah dan terus memantau perkembangan situasi di lingkungan masing-masing.

“Sampai saat ini Subang masih berstatus siaga bencana, khususnya banjir. Jadi masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Udin Jazudin di Subang, Senin (2/2/2026) dikutip dari Antara.

Bagaimana Kondisi Banjir di Kabupaten Subang Saat Ini?

Berdasarkan catatan BPBD Subang, banjir akibat meluapnya sejumlah sungai telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan hingga kini masih merendam ribuan rumah warga. Dampak banjir tersebar di lima kecamatan dengan kondisi genangan yang bervariasi, mulai dari permukiman warga hingga lahan pertanian.

Data sementara mencatat sebanyak 11.271 kepala keluarga (KK) atau sekitar 31.270 jiwa terdampak banjir.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi berbagai fasilitas umum yang menunjang aktivitas masyarakat.

Sejumlah fasilitas publik terdampak antara lain:

1.18 bangunan sekolah yang tergenang air, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

2. 27 sarana ibadah yang tidak dapat digunakan secara normal.

3. Areal persawahan seluas 2.110 hektare yang terendam, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani.

Wilayah Mana Saja yang Masih Terendam?

Lima kecamatan yang hingga kini masih terdampak banjir meliputi Kecamatan Pamanukan, Legonkulon, Blanakan, Pusakanagara, dan Sukasari.

Baca Juga:Wabup Subang Kang Akur Tinjau dan Serahkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Kecamatan CiasemTim RANS Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Banjir di Subang

Di Kecamatan Pamanukan, banjir merendam Desa Bongas, Pamanukan, Rancahilir, Lengkongjaya, Rancasari, Mulyasari, Pamanukan Hilir, serta Pamanukan Sebrang.

Sementara di Kecamatan Legonkulon, desa-desa yang masih tergenang antara lain Bobos, Karangmulya, Legonkulon, Legonwetan, Mayangan, Pangarengan, dan Tegalurung.

Kecamatan Blanakan mencakup Desa Muara, Tanjungtiga, Cilamaya Girang, Langensari, Blanakan, Rawamekar, Jayamukti, Rawameneng, serta Cilamaya Hilir.

Adapun di Kecamatan Pusakanagara, banjir merendam Desa Mundusari, Kotasari, Pusakaratu, Gempol, Rancadaka, Patimban, dan Kalentambo.

Kecamatan Sukasari juga terdampak di Desa Anggasari, Batangsari, Curugreja, Mandalawangi, Sukamaju, Sukareja, serta Sukasari.

0 Komentar