REALITA KITA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpukul pada Selasa (27/1/2026), di tengah dinamika global yang dipengaruhi penguatan yen Jepang dan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rapat The Fed.
Sedangkan pada perdagangan Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 38 poin di level Rp 16.782.
Dikutip dari Reuters, pergerakan pasar mata uang global masih dipengaruhi penguatan yen Jepang, yang bertahan solid setelah dua sesi kenaikan tajam berturut-turut.
Baca Juga:Monsun Asia Menguat, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Belum UsaiPerundingan Damai Rusia-Ukraina Buntu Tanpa Terobosan, Apa Pemicunya?
Pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang.
Yen tercatat stabil di kisaran 153–154 per dolar AS, jauh dari posisi terendahnya pada akhir pekan lalu.
Penguatan yen tersebut didorong oleh spekulasi langkah lanjutan otoritas moneter AS dan Jepang, yang kerap dipandang sebagai sinyal awal menuju intervensi di pasar valuta asing.
Tekanan terhadap dolar AS juga dipicu oleh faktor domestik, termasuk meningkatnya risiko penutupan pemerintahan AS serta ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi baru.
