Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.
Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang.
Baca Juga:Rupiah Makin Jeblok Pagi Ini, Diramal Bisa Tembus Level Rp17 RibuGo Internasional, 96 Ton Kopi Asal Subang Dikirim ke Aljazair
Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.
Membeli emas pada 13 Januari 2026 (Rp 2.652.000 per gram) = -4.00% (rugi)Membeli emas pada 20 Desember 2025 (Rp 2.491.000 per gram) = 2.21% (untung)
Membeli emas pada 20 Oktober 2025 (Rp 2.415.000 per gram) = 5.42% (untung)Membeli emas pada 20 Juli 2025 (Rp 1.927.000 per gram) = 32.12% (untung)
Membeli emas pada 20 April 2025 (Rp 1.965.000 per gram) = 29.57% (untung)Membeli emas pada 20 Januari 2025 (Rp 1.585.000 per gram) = 60.63% (untung)
Membeli emas pada 20 Oktober 2024 (Rp 1.514.000 per gram) = 68.16% (untung)
Membeli emas pada 20 Juli 2024 (Rp 1.404.000 per gram) = 81.34% (untung)
Membeli emas pada 20 April 2024 (Rp 1.347.000 per gram) = 89.01% (untung)
