SUBANG-Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Subang, Viqri Wijaya, menyoroti lonjakan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Subang yang mencapai 7.039 kasus sepanjang Januari hingga November 2025.
Menurut Viqri, kenaikan kasus TBC bukan sekadar persoalan statistik, melainkan peringatan penting bahwa upaya penanggulangan TBC harus dilakukan secara lebih agresif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“Lonjakan ini menandakan bahwa penanganan TBC di Subang masih membutuhkan penguatan serius, baik dari sisi pencegahan, pengobatan, maupun edukasi masyarakat,” terangnya kepada Pasundan Ekspres.
Baca Juga:TINJAU KORBAN LUAPAN SUNGAI DI KECAMATAN CISALAK, BUPATI SUBANG HADIR BERIKAN HARAPAN DAN DUKUNGAN BAGI WARGABupati Subang Geram Tindak Tegas Truk Nakal Yang Langgar Aturan dan Sidak Galian C
Ia menilai, rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi salah satu akar permasalahan utama. Selain itu, disiplin pengobatan pasien TBC yang belum optimal turut memperparah situasi.
Di sisi lain, Viqri juga menyoroti kapasitas layanan kesehatan yang dinilai belum sepenuhnya optimal. Keterbatasan alat diagnostik serta bahan habis pakai menjadi tantangan yang perlu segera diatasi agar deteksi dan penanganan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
“TBC bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan faktor sosial, ekonomi, lingkungan, dan perilaku masyarakat. Minimnya keberadaan Desa Siaga TBC menjadi salah satu indikator perlunya pendekatan berbasis komunitas yang lebih kuat,” jelasnya.
Meski demikian, Viqri mengapresiasi komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Subang yang telah melakukan berbagai langkah strategis, seperti penguatan deteksi dini, skrining aktif, pendampingan pengobatan, serta perluasan jejaring layanan. Namun, ia menekankan bahwa efektivitas langkah tersebut sangat bergantung pada dukungan yang lebih luas.
“Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, sekolah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat, harus diperkuat. Peningkatan fasilitas layanan kesehatan dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci,” tegasnya.
Viqri menyimpulkan, kenaikan kasus TBC di Subang merupakan peringatan serius bahwa penanganan penyakit menular ini membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, rumah sakit, dan masyarakat.
Tanpa peningkatan kesadaran dan kedisiplinan pengobatan di tingkat warga, serta dukungan layanan yang memadai, penularan TBC akan sulit dikendalikan.
Baca Juga:MALAM ANUGERAH PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2025, SEKDA SUBANG: SAMPAIKAN KADEDEUHSEKDA SUBANG HADIRI PELANTIKAN PPAT DAN PPATS WILAYAH SUBANG, HARAPKAN SINERGITAS HADAPI POTENSI KONFLIK
“Upaya yang dilakukan Subang sudah berada di jalur yang benar, namun harus terus diperkuat dan dipercepat agar tren kenaikan kasus TBC dapat ditekan pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
